POTENSI BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET MAKANAN

Jumat, 21 Juni 2024 - 09:03:35 WIB
Dibaca: 520 kali

Gali Potensi Produk Baru Agroindustri (Bag. 8)

Tulisan ini merupakan bagian ke-8 dari reportase Seminar Proposal Proyek Akhir Mahasiswa Agroindustri yang diselenggarakan pada awal semester genap tahun akademik 2023/2024.  Para penyaji seminar adalah mahasiswa dari angkatan 2021 yang saat ini sedang menempuh semester terakhir di Prodi Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya.

 Penyaji seminar ke 8 adalah seorang mahasiswa bernama Muhammad Ismail Mubarok yang mengajukan Proposal Proyek Akhir berjudul “PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP TEKSTUR, PH DAN UJI ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER BAGIAN DADA”.

 Kecombrang, atau yang dikenal juga sebagai kincung, adalah tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari bunga kecombrang memiliki sifat antimikroba yang efektif. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid pada kecombrang terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain yang dapat merusak makanan. Senyawa antimikroba dalam kecombrang efektif menghambat bakteri pembusuk seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Ismail ingin menggali potensi kecombrang sebagai alternatif pengawet makanan alami. Pemanfaatan kecombrang sebagai pengawet dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat membahayakan kesehatan. Ismail menggunakan ekstrak bunga kecombrang untuk mengawetkan daging ayam dengan cara perendaman. Ke depannya, riset lebih lanjut mengenai aplikasi praktis kecombrang sebagai pengawet makanan akan sangat bermanfaat untuk mendorong adopsi pengawet alami yang efektif dan berkelanjutan menggantikan pengawet kimia yang diragukan efeknya terhadap kesehatan (RW-AI-2024).