MEMACU INOVASI DAN DIGITALISASI AGRIBISNIS DI INDONESIA
Selasa, 28 Mei 2024 - 13:06:17 WIBDibaca: 896 kali
Pentingnya Studi di Bidang Pengelolaan Agribisnis
Sektor pertanian memainkan peran fundamental dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan ketahanan pangan suatu negara. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, perubahan peruntukan lahan pertanian, serta dinamika permintaan dan preferensi konsumen yang terus berubah. Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, inovasi dan digitalisasi menjadi kunci penting dalam mentransformasi agribisnis menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Perkembangan digitalisasi di berbagai sektor mengurangi bahkan menghilangkan jenis bisnis tradisional namun di lain pihak juga membuka peluang bisnis baru. Digitalisasi agribisnis membuka peluang bisnis baru, antara lain:
- Platform Marketplace Digital: platform digital yang mempertemukan petani, konsumen, dan pelaku usaha lainnya dalam satu ekosistem terintegrasi via online.
- Jasa Konsultasi dan Layanan Digital Pertanian: Penyedia layanan digital, seperti analitik data, rekomendasi manajemen pertanian, dan konsultasi teknis.
- Teknologi Pertanian Berbasis Kecerdasan Buatan: Pengembangan solusi teknologi pertanian yang memanfaatkan kecerdasan buatan, seperti sistem prediksi cuaca, pendeteksi hama dan penyakit, serta robot pertanian otonom.
- Inovasi Pembiayaan dan Asuransi Pertanian: Penyedia layanan keuangan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan petani, seperti micro-finance, dan asuransi pertanian berbasis indeks.
- Rantai Pasok dan Logistik Digital: Penyedia layanan logistik pertanian yang terintegrasi secara digital.
Dalam rangka mendukung kemajuan sektor pertanian di era digital ini, kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil dan berwawasan luas di bidang pengelolaan agribisnis semakin meningkat. Program studi pengelolaan agribisnis diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut.
Program studi pengelolaan agribisnis dirancang memiliki kurikulum yang terintegrasi, mencakup aspek ekonomi, manajemen, teknologi, dan kebijakan yang terkait dengan sektor agribisnis. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik langsung melalui kerja lapangan, magang, dan proyek kolaboratif dengan pelaku usaha agribisnis.
Lulusan program studi pengelolaan agribisnis dibekali dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh industri agribisnis, antara lain:
- Pemahaman komprehensif tentang sistem dan rantai nilai agribisnis berbasis digital.
- Kemampuan menyusun perencanaan dan strategi bisnis agribisnis.
- Keterampilan mengelola operasional dan sumber daya dalam agribisnis.
- Kompetensi dalam menganalisis data dan informasi untuk pengambilan keputusan.
- Kemampuan berinovasi dan mengembangkan solusi teknologi untuk meningkatkan produktivitas agribisnis.
- Pemahaman mendalam mengenai kebijakan, regulasi, dan aspek kelembagaan di sektor pertanian.
Lulusan program studi pengelolaan agribisnis memiliki peluang karier yang sangat beragam, antara lain:
- Supervisor, manajer operasional, auditor perusahaan agribisnis, seperti perusahaan perkebunan, peternakan, perikanan, atau kuliner dan jasa boga.
- Konsultan manajemen dan bisnis di sektor agribisnis.
- Pemangku keputusan di sektor publik, analis dan perencana kebijakan di lembaga pemerintah terkait sektor pertanian dan pangan.
- Wirausahawan di bidang agribisnis, seperti budidaya pertanian, peternakan, atau industri pangan.
Lulusan Prodi PENGELOLAAN AGRIBISNIS juga dapat berkarier di bidang lain, seperti:
- Manajer keuangan dan perbankan yang berhubungan dengan pendanaan sektor agribisnis, termasuk Koperasi dan UMKM.
- Peneliti dan pengembang inovasi di institusi riset atau pusat studi agribisnis
- Manajer rantai pasok (supply chain) pada perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan distribusi produk pertanian.
- Pengembang, developer dan pengelola proyek pembangunan pertanian dan perdesaan (RW-AI-2024).