Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mei
Jurusan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian (PMHP) SMK Unitomo bekerjasama dengan Prodi Agroindustri Fakultas Vokasi UNTAG Surabaya menyelenggarakan Pelatihan dan Pra Assesmen Kompetensi Pengawasan Mutu Pangan di Laboratorium Agroindustri. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari pada hari Rabu dan Kamis, 22 dan 23 April 2026 mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dengan peserta sebanyak 22 siswa.
Pengawasan mutu produk makanan saat ini merupakan kebutuhan yang semakin mendesak, terlebih karena adanya program nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Seiring dilaksanakannya program ini, produksi makanan dilakukan dalam skala besar, menggunakan proses yang beragam, serta melibatkan banyak pihak—mulai dari pemasok bahan baku, produsen, hingga distribusi. Dalam kondisi seperti ini, pengawasan mutu bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian inti untuk memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman, layak, dan sesuai standar yang ditetapkan.
Ibu Wahyu Kanti Dwi Cahyani selaku salah satu narasumber menyatakan bahwa jika produksi makanan tidak diawasi dengan ketat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Contohnya, kontaminasi mikroba (bakteri/kapang), residu bahan kimia yang melebihi batas, atau cemaran fisik seperti serpihan kaca dan logam. Pengawasan mutu membantu mendeteksi masalah sejak awal proses produksi, sehingga risiko produk berbahaya bisa diminimalkan sebelum produk didistribusikan.
Calon lulusan PMHP diharapkan memiliki kemampuan mengawasi pelaksanaan pembuatan makanan dengan baik dan mendeteksi adanya penyimpangan dari aturan yang sudah ditetapkan. Diharapkan lulusan PMHP nantinya menjadi figur penting pengawasan mutu produk makanan. Menghadapi tantangan ketatnya persaingan kerja, Bu Kanti mengharapkan lulusan PMHP tidak berpuas diri, tetapi berupaya meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilannya dengan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke Prodi Agroindustri.
Richardus Widodo - Agro 2026