22

Apr

MAHASISWA AGROINDUSTRI BELAJAR ANALISIS PANGAN DI LABORATORIUM AGROINDUSTRI

Sebagai bagian dari praktikum Analisis Pangan, mahasiswa Agroindustri belajar analisis makronutrien bahan makanan, salah satunya yang disebut dengan uji proximate, pada hari Sabtu, 18 April 2026 yang lalu. Uji proximate walaupun dianggap murah namun harus dilakukan oleh orang yang ahli dan kompeten sehingga hasil analisisnya handal. Mahasiswa Agroindustri diharapkan punya pengetahuan dan ketrampilan untuk analisis pangan, sehingga mereka telah memiliki kompetensi yang mumpuni jika nantinya diterima bekerja di industri pangan.

 

Uji proximate bisa menjadi kunci untuk memastikan bahwa produk pangan tidak hanya aman dan sesuai regulasi, tetapi juga memiliki informasi gizi yang transparan untuk konsumen. Dengan melakukan analisis ini, pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing di pasar yang semakin ketat dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap kualitas makanan.

 

Namun disadari bahwa uji proximate punya kelemahan juga, yaitu hasil kurang presisi karena tidak menunjukkan kadar komponen secara sesungguhnya, melainkan nilai pendekatan (misalnya, lemak kasar atau protein kasar). Bahkan analisis karbohidrat tidak dilakukan tetapi sebagai selisih perhitungan dari zat yang tidak terdeteksi sebagai air, protein, lemak dan mineral. Kemudian dirasakan waktu analisis cukup lama. Proses pengujian, khususnya pengeringan (kadar air) dan uji kadar abu yang menggunakan oven pengabuan (muffle furnace) dengan suhu 650oC, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

 

  Richardus Widodo - Agro 2026