Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Des
Kita sudah mengetahui bahwa istilah startup digunakan untuk perusahaan rintisan yang baru berdiri, inovatif, dan berpotensi tumbuh pesat, sering kali menggunakan teknologi, terutama teknologi informasi untuk menawarkan solusi baru atau mengubah cara lama dalam memenuhi kebutuhan pasar, dengan fokus pada pengembangan produk/layanan, pencarian model bisnis yang tepat, dan pencarian investor untuk mendanai pertumbuhan eksponensialnya.
Startup berbeda dari bisnis konvensional karena tujuannya adalah pertumbuhan skala besar dan sering kali belum menghasilkan keuntungan di awal, berbeda dengan bisnis biasa yang fokus pada profit segera. Kita bisa contohkan perusahaan2 startup yang lahir dan berkembang di Indonesia seperti Gojek, Traveloka, Ruangguru, Halodoc dan sebagainya. Ada juga startup di bidang fintech (KoinWorks, Bibit, Xendit), agroteknologi (TaniHub, Efishery), logistik (J&T Express), dan hospitality (Bobobox) yang sukses. Juga ada yang berkembang baik antara lain: Sayurbox, sebuah e-commerce hasil tani, Mamikos, sebuah platform informasi kos, Jejakin, sebuah platform teknologi iklim (climate tech) untuk solusi karbon dan CyberArmyID, sebuah platform keamanan siber (Cybersecurity).
Di era digital seperti sekarang, jiwa wirausaha semakin penting bagi mahasiswa. Membangun jiwa startup bukan hanya tentang menciptakan perusahaan, tetapi juga tentang mengembangkan sikap kreatif, inovatif, dan keberanian untuk mengambil risiko.
Melalui kuliah Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis atau Business Plan yang berbasis Project Based Learning (PBL) di mana diasah pengalaman wirausaha skala kecil, mahasiswa dapat mengasah keterampilan seperti kepemimpinan, manajemen waktu, dan pemecahan masalah. Jangan lupa bahwa banyak perusahaan mencari kandidat yang memiliki pengalaman wirausaha. Jiwa startup menunjukkan keterampilan dan dedikasi yang tinggi. Memiliki jiwa wirausaha memudahkan mahasiswa untuk membangun jaringan dengan profesional dan pemangku kepentingan di industri.
Langkah-langkah untuk membangun jiwa startup bisa dilakukan dengan mengikuti kuliah dan kursus-kursus tentang kewirausahaan, baik di kampus maupun online. Banyak platform menawarkan pelatihan gratis atau berbiaya rendah. Kemudian bergabung dengan komunitas wirausaha di kampus atau lokal. Kolaborasi dengan sesama mahasiswa dapat membantu dalam bertukar ide dan pengalaman.
Mahasiswa harus berani untuk mencoba menciptakan produk atau layanan sederhana. Ini bisa berupa penjualan makanan, layanan desain grafis, atau aplikasi sederhana dengan basis digital. Mahasiswa tidak boleh takut mencoba hal baru. Setiap kegagalan adalah peluang untuk belajar dan tumbuh. Kemudian juga baca kisah-kisah pengusaha yang sukses. Pengalaman mereka bisa sangat berharga dalam perjalanan wirausaha.
Saat ini ekosistem startup Asia dipimpin secara dominan oleh Tiongkok (Kota Beijing dan Shanghai) dan India (kota Bangalore dan New Delhi) (lihat grafis di atas), menurut peringkat StartupBlink. Beijing menduduki puncak daftar dengan selisih yang cukup besar dengan skor 109,406, mencerminkan dukungan pemerintah yang kuat, modal yang besar, dan talenta teknologi yang padat. Shanghai berada di urutan kedua dengan skor 73,512, didorong oleh perannya sebagai pusat keuangan dan inovasi Tiongkok, sementara Bangalore berada di urutan ketiga dengan skor 68,148, memperkuat reputasinya sebagai Silicon Valley-nya India dan pusat global untuk startup perangkat lunak dan teknologi.
Di luar tiga besar tersebut, ibu kota-ibu kota utama Asia terus membentuk lanskap inovasi benua ini. New Delhi dan wilayah Tokyo tetap sangat kompetitif, didukung oleh pasar domestik yang besar dan infrastruktur yang canggih. Singapura juga menonjol, berada di antara kota-kota startup terkemuka di Asia berkat regulasi pro-bisnisnya, kehadiran modal ventura yang kuat, dan perannya sebagai pintu gerbang bagi perusahaan yang berekspansi di seluruh wilayah.
Momentum Asia Tenggara semakin diperkuat oleh Jakarta, yang masuk dalam jajaran kota startup teratas di Asia. Sebagai pusat ekonomi Indonesia, Jakarta diuntungkan oleh basis konsumen digital yang besar dan pertumbuhan pesat di bidang fintech, e-commerce, dan logistik. Bersama Singapura, hal ini menandai meningkatnya pengaruh Asia Tenggara dalam kancah startup Asia—bukan lagi sekadar pasar berkembang, tetapi semakin menjadi mesin inovasi dan kewirausahaan yang penting.
Membangun jiwa wirausaha startups di kalangan mahasiswa adalah investasi jangka panjang. Dengan semangat wirausaha, mahasiswa tidak hanya dapat menciptakan peluang bagi diri mereka sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mari jadikan semangat kewirausahaan sebagai bagian integral dari perjalanan pendidikan kita!
Referensi:
Seasia Stats. 2025. Best Asia’s Cities of Startups. https://www.facebook.com/photo/?fbid=902911672080685&set=a.196961056009087