20

Okt

PERAN PERGURUAN TINGGI DIBUTUHKAN UNTUK MENSUKSESKAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)

FKPS-TPI (Forum Program Studi Teknologi Pertanian Indonesia) bersama Universitas Andalas Padang menyelenggarakan Webinar dengan tema Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Webinar ini dilakukan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan peserta sekitar 200 orang dari seluruh Indonesia pada hari Kamis, 16 Oktober 2025. Adapun narasumber kegiatan ini adalah Prof. Giyatmi, Rektor Universitas Sahid yang juga Ketua Umum PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia) dan Dr. Nyoto Suwignyo, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, Badan Gizi Nasional (BGN). Namun karena kesibukan beliau, maka ditugaskan Bapak Mashuri salah seorang Staf Khusus BGN untuk menyampaikan penjelasan seputar kebijakan Makan Bergizi Gratis tahun 2025.

Makan Bergizi Gratis atau MBG merupakan program prioritas utama Presiden Prabowo jauh saat beliau kampanye Capres tahun 2024. Tujuannya adalah untuk menghilangkan stunting dan gizi buruk pada bayi dan anak-anak Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 20 tahun lagi yaitu tahun 2045. Namun dalam perjalanannya masih banyak masalah yang terjadi, utamanya adalah kasus keracunan makanan MBG dengan hampir 12.000 anak-anak keracunan. Baru-baru ini di Bandung sebanyak 1300 pelajar keracunan.

Diharapkan peran Perguruan Tinggi untuk mendukung MBG ini. Peran yang diharapkan antara lain adalah membantu pengawasan pengelolaan anggaran, menentukan kriteria SPPG selaku penerima anggaran MBG dan mengkaji potensi masalah distribusi. SPPG adalah singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Program Makan Bergizi Gratis. Ini adalah unit dapur umum yang menjadi pusat operasional untuk mempersiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi gratis kepada sasaran program seperti siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ditengarai penyebab kasus-kasus keracunan adalah terlalu besarnya skala produksi pada setiap SPPG, ada yang mencapai jumlah 3000 satuan perhari yang dinilai sangat berat apalagi bagi SPPG yang minim atau tidak punya pengalaman mengelola makanan dalam jumlah besar setiap hari. Penerima program MBG tahun 2025 ini mencakup siswa dari PAUD hingga SMA, anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sedang dikaji program MBG untuk mahasiswa tahun depan.

RW Agro 2025