Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jun
Dari Webinar LLDIKTI Wilayah VII Sabtu, 13 Juni 2020
“kesiapan perguruan tinggi menghadapi new normal
di masa pandemi covid-19”
Saat ini kita menghadapi bersama kondisi akibat Pandemi Virus Corona. Semua lembaga pendidikan kena dampak yang sama, perbedannya adalah kemampuan masing-masing untuk beradaptasi. Kita ingat pemikiran Charles Darwin “Who survive is the one most responsive to change”. Dalam era new normal mendatang, Prof. Achmad Jazidi, salah satu narasumber yang menjabat Rektor Unusa, menyatakan kita harus siap stamina menghadapi recovery bukan bentuk V shape tapi U shape dengan proses “penderitaan” yang lebih lama, jika Indonesia belum juga mencapai puncak pandemi sekarang ini.
Menurut Prof. Syamsul Arifin, Warek UMM, yang real terdampak covid adalah termasuk Perguruan Tinggi dan civitas akademikanya. Ada 3 isu penting yang dihadapi Perguruan Tinggi yaitu:
KELEMAHAN DARING
Pembelajaran full daring yang dilaksanakan saat ini sebenarnya adalah situasional, temporary, tidak permanen. Ada 2 kelemahan daring yaitu:
Maka ke depan model pembelajaran yang paling tepat adalah model blended learning, gabungan antara face to face dengan instruksi online, atau pembelajaran bauran atau hybrid learning. Maka harus diupayakan dialektika luring-daring. Beberapa PTS akan mencoba sistem blended dengan melakukannya secara selang-seling daring-luring-daring-luring tapi menurut Prof. Jazidi yang paling tepat adalan daring dulu baru luring semua. Hal ini membantu mahasiswa luar kota agar mengetahui kapan dia harus kost. Selama daring dia di rumah, selama luring dia di kost. Akan merepotkan bagi mahasiswa seperti ini jika pembelajarannya selang-seling.
Prof. Suprapto, Kepala LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur, mendukung Blended Learning karena kalau menggunakan pembelajaran online saja seolah-olah mahasiswa tidak memiliki dosen. Beliau mengutip ayat Kitab Suci: “Kalau belajar tanpa guru, gurunya adalah setan”.
Malang, 13 Juni 2020
Ir. Richardus Widodo, MM
Dosen Agroindustri FV Untag Surabaya