Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Mar
MENGENAL NOVA FOOD CLASSIFICATION
Masyarakat modern saat ini makin menyadari bahwa makanan yang masuk ke tubuh mereka akan menentukan kualitas kesehatan mereka. Maka makanan yang bergizi, sehat dan higienis, yang dicari, selain tentu saja harus halal bagi kaum Muslim. Namun disadari pengetahuan tentang bagaimana memilih makanan yang sehat pada masyarakat modern yang butuh kecepatan dan kepraktisan masih sangat kurang. Benarkah makanan hasil proses industri itu selalu tidak sehat? Atau setidaknya kurang sehat dibandingkan makanan mentah?
Sebagai orang yang ingin sehat maka kita harus kritis dengan produk yang akan kita konsumsi. Bahasa yang digunakan untuk menjabarkan makanan yang kita makan dapat memengaruhi cara kita memandangnya: makanan berlabel "organik", “homemade" (buatan rumah), atau "hand-picked" (dipetik dengan tangan) kedengaran sedikit lebih menggoda daripada label yang prosais seperti "makanan kaleng", "makanan kering", atau "makanan beku". Label lainnya yang dapat membangkitkan selera makan kita adalah "natural" (alami), sementara kita cenderung mengaitkan "olahan" dengan sederetan panjang bahan-bahan yang tidak bisa kita eja (Brown, 2021).
MAKANAN MENTAH TIDAK SELALU SEHAT
Di negara-negara Barat ada beberapa kelompok tertentu hanya mengkonsumsi makanan mentah atau “raw food”, makanan yang langsung dari alam dan sama sekali tidak ada proses pengolahan selain hanya pencucian. Namun harus disadari bahwa makanan mentah tidak selalu sehat.
Seorang dosen peneliti dari University of Surrey dan manajer di European Food Information Council Inggris, Christina Sadler menyatakan bahwa tidak selalu makanan mentah itu sehat, makanan alami dapat mengandung racun, dan pengolahan yang minimal dapat membuatnya jadi lebih aman. Kacang merah, misalnya, mengandung lektin, yang dapat menyebabkan muntah-muntah dan diare. Senyawa itu dipisahkan dari kacang dengan merendamnya semalaman dan merebusnya dalam air mendidih. Pemrosesan juga membuat susu sapi aman dikonsumsi. Pasteurisasi susu telah dilakukan sejak akhir 1800-an, untuk mematikan bakteri berbahaya (Brown, 2021).
KLASIFIKASI NOVA
Sistem Klasifikasi Makanan NOVA dirancang oleh Pusat Studi Epidemiologi dalam Kesehatan dan Gizi, Sekolah Kesehatan Masyarakat, Universitas Sao Paulo, Brasil. NOVA membantu kita mengelompokkan makanan menurut tingkat dan tujuan pengolahan yang dijalaninya. Pengolahan makanan sebagaimana diidentifikasi oleh NOVA melibatkan proses fisik, biologis, dan kimia yang terjadi setelah makanan dipisahkan dari alam, dan sebelum dikonsumsi atau digunakan dalam persiapan hidangan dan makanan.
Sistem Nova ini mengklasifikasikan makanan dalam empat kelompok:
Adalah hal yang bijak jika dalam asupan kita sehari-hari mengurangi makanan ultra proses dan mengkonsumsi lebih banyak asupan mentah atau yang diproses minimalis. Selain kita memperoleh nutrisinya juga menghindari bahan tambahan makanan sintetis dan proses yang berlebihan sehingga merusak seluruh nutrisi alami.
REFERENSI
Brown, Jessica. 2021. Tidak semua makanan olahan buruk, apa saja yang baik? https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-57303266.
Nova Food Classification System. 2018. Food, Nutrition & Fitness I: The Digestion Journey Begins with Food Choices. Compiled in 2018 by EduChange with guidance from NUPENS, Sao Paulo.
(RW Agro 2025)